Minggu

pasti gemilang 46


SELAMAT DATANG PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA
begitulah kalimat yang sempat membuatku terpana setahun yang lalu
saat aku baru menginjakkan kaki di bumi pertanian IPB.
Kini ucapan itu pun layak disampaikan pada calon-calon pemimpin bangsa kita. yakni adik-adik angkatan 46.

jangan sia-siakan kesempatan emas ini....
tak semua bisa merasakan keberhasilan yang engkau dapatkan..
tapi, ini bukan akhir perjuangan..
justru adalah awal yang harus diperjuangkan.
Allah lebih tahu apa yang selayaknya kita dapatkan, walaupun kita merasa banyak yang telah dan akan kita korbankan
Prestasi gemilang jangan pernah lepas dari bagian impian kita
Yakinlah...PASTI GEMILANG

Kami menunggu kalian...ADIK-ADIK 46
Mari sama-sama belajar, berjuang dan beramal

sukses

SELAMAT ATAS SUKSESNYA MUSYCAB PC IMM BOGOR 2009

KETUA UMUM TERPILIH MASA JABATAN 2009-2010 :

MUHAMMAD SYAHRUL ANWAR


formatur:
Akfia r.k, anisa rahma, khoirun, hening, izzah, hilman, sandi, chusnul, gilang, hafiizh b., syahrul

Sabtu

Selamat dan Sukses

MUSYAWARAH CABANG
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
KAB/KOTA BOGOR 2009

Tema: “Membangun Komitmen Menuju Pergerakan yang Dinamis”

MENYAMBUT MUSCAB 2009 KOTA HUJAN

Walaupun acaranya Insya Allah dilangsungkan dengan sederhana, harapannya muscab IMM Bogor kali ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat rahmat dari Allah SWT. Tentu saja. Sebab muscab kali ini merupakan penentu pergerakan persyarikatan selama dua tahun ke depan. Menemukan sosok pimpinan yang akan menjadi nahkoda persyarikatan di Bogor beserta armada yang loyal adalah salah satu tujuannya.
Pada musycab yang insya Allah dilangsungkan di Aula PDM kota Bogor ini, Insya Allah Bapak Rektor IPB akan menjadi pemateri pada Stadium Generalnya. Harapannya, kedatangan beliau dapat menumbuhkan semangat baru, terutama untuk IMM IPB.
Harapan terpeting lainnya. Setelah muscab 12 april 2009 besok, kita bisa membawa persyarikatan menuju kejayaan khususnya, dan kejayaan Islam pada umumnya. “Jangan pernah takut mebawa visi yang besar dan benar. “

Billahi fii sabiililhaq fastabiqulkhoirot

Jumat

weather



Kamis

ngobrol yuk


Senin

masta

MASTA KALI INI

Berbicara soal pengkaderan, IMM Bogor baru saja melaksanakan Masa Ta'aruf (MASTA). Kali ini lokasinya di sebuah villa di Gunung Salak. Immawati yang ikut hanya delapan orang. dari IPB dan Tazkia masing-masing tiga orang, sementara dari UIK dua orang. Jumlah ini lumayan memuaskan, karena Immawati dari IPB tidak semua bisa hadir. Sebab, pada hari itu juga ada Stadium General P. Agama Islam yang wajib untuk mahasiswi yang mendapatkan mata kuliah IPB. Selain itu ada juga seminar-seminar di kampus. Sebagian dari Immawati tidak bisa meninggalkan acara yang telah mereka dagendakan tersebut.

Acara ini memang mendadak. Pelaksanaanya tanggal 30 November tetapi informasi baru tersebar dua hari sebelumnya. Memang diperlukan adanya komitmen untuk mengadakan acara IMM di Bogor. Sebab, kalau menunggu semuanya bisa, mustahil. Mencocokkan agenda mahasiswa, khususnya di IPB, cukup sulit. Karena kebanyakan dari mereka pasti punya agenda sendiri-sendiri. Tinggal mana yang dijadikan prioritas. Ya,, inilah sebuah organisasi.. Apalagi ortom muhammadiyah di luar lingkungan muahammadiyah. Perlu adanya komitmen dan kerja keras. Yang penting, belajar Ok, prestasi Yes, Organisasi??? Why not

Akhirnya, munculkan semangat, teguhkan hati dengan motto "Billahi Fii Sabiililhaq, Fastabiqulkhoirot"

seminar dengan muslimah HTI

SEMINAR DENGAN MUSLIMAH HTI

Tanggal 6 Desember 2008 kemarin, Immawati Bogor diundang Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Kali ini agendanya adalah seminar dengan tema “Saatnya Intelektual Mencari Solusi krisis Pangan dan Energi.” Seminar ini diikuti oleh muslimah HTI dan beberapa undangan dari instansi-instansi maupun ormas-ormas di Bogor. Tempatnya di Auditorium LIPI Bogor.

Ada empat pembicara yang hadir di sana. Intinya mereka membahas tentang sebab-sebab krisis pangan maupun energi di sana. Dua pembicaranya adalah dosen IPB, yakni dosen TIN dan Ilmu Gizi. Sementara satu lagi adalah seorang doctor muda dari teknik metalurgi ITS. Beliau mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara penghasil tambang terbesar kedua di dunia. Namun ternyata semua itu tidak membuat Indonesia mampu menyelesaikan krisis energi, terutama bahan bakar. Ini karena tambang kita telah dikontrak oleh Negara lain guna mencukupi kebutuhan mereka. Akibatnya Negara kita justru yang harus antri BBM.

Soal pangan juga begitu. Negara kita sudah surplus beras 1,3 juta ton tahun ini. Ini artinya Negara kita sudah swasembada beras. Tetapi rupanya Indonesia tetap harus mengimpor gandum dalam jumlah yang sangat besar. Ini karena masyarakat kita sudah sangat tergantung dengan terigu. Mulai dari makan mie, roti, dll. Kita tidak sadar bahwa Negara kita bukan Negara penghasil gandum. Kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut harus segera diubah. Demi menyalamatkan nasib bangsa. Berapa dana untuk mempromosikan prodauk-produk tersebut? Seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana caranya mencari solusi untuk diversifikasi pangan, bukan untuk mengeluarkan dana dalam rangka meredakan keluhan masa saat menaikkan harga BBM.

Terlebih lagi saat ini kaum intelektual sedang mengupayakan bioenergi. Padahal sbagian bionenergi bahan dasarnya adalah bahan makanan seperti singkong dan tebu. Padahal negeri sedangkekuranagn pangan. Menurut ahli pangan hal ini tentu kurang bijak. Lebih baik saat ini kita lebih konsen ke pangan. Karena panganlah yang mampu meningkatkan kecerdasan bangsa. Kalau bangsa masih kelaparan, bagaimana bias berpikir logis. Selain itu emosi juga jadi tidak stabil. Akhirnya banyak tawuran di negeri ini. Karena perut mereka berteriak memprotes.

Intinya saat ini pemerintah belum mengaplikasikan syariat Islam dalam menentukan kebijakan. Sehingga kebijakan tersebut kesannya hanya merugikan masyarakat. Padahal mayoritas pmerintah beragama Islam.

Mengapa negeri yang sebenarnya kaya energi baik pangan maupun nonpangan ini justru krisis energi???? Mungkinkah selama ini bangsa ini terlalu terlena. Kalau negeri miskin, penduduknya berpikir, bagaimana mencukupi kebutuhan hidup. Namun negeri yang kaya memiokirkan bagaimana mengahabiskan kekayaannya… Dilema bukan…..????